Tampilkan postingan dengan label Love ♥. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love ♥. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Ibnu Hazm dan Cinta

Adalah seorang pemudi Islam pada abad 21, Ibnu Hazm menanyakan:
"Apakah cinta itu?".
Dan ia pun menjawab sendiri:
"Apakah cinta itu suatu perasaan yang dikaruniakan kepada dua jenis manusia yang berbeda. Kedua belah pihak tidah menghendaki apapun kecuali kelanggengan hubungan dan kebahagiaan mereka kelak? Atau cinta hanya perasaan yang menyelubungi hati dan menjaganya dari kesulitan hidup dan raa kesendirian? Atau, cinta itu hanya sekedar pandangan kelembutan yang membuat dua sejoli terlena? Atau, cinta adalah kata-kata yang bisa menjadikan dua hati terpaut erat karena makna-maknanya yang menyentuh dan membuahkan senyum manis dari bibir pendengarnya, menghilangkan rasa sedih serta mengokohkan sanubari?

"Apakah cinta itu?".
Sesungguhnya cinta adalah sebuah bunga yang warnannya indah, baunya harum, sentuhannya mempesona, namun memiliki duri-duri yang menyakitkan ketika melukai dan ia tak terobati. Bekas lukanya tak bisa hilang. Walaupun termakan waktu, ia tetap membekas.
 
Akan menghinalah mereka yang tak mengenal cinta
Sungguh cintamu padanya wajar adanya
Mereka katakan, cinta membuat kau gila
Padahal kau orang paling faham agama

Ku katakan pada mereka
Mengapa kalian iri padanya?
Jawabnya
Kerana ia mencinta dan dicintai pujaan jiwa

Bila masanya Muhammad mengharamkan cinta
Dan apakah ia menghina umatnya yang jatuh cinta
Janganlah kau berlagak mulia
Dengan menyebut cinta sebagai dosa

Janganlah kau pedulikan apa kata orang tentang cinta
Entah yang berkata keras atau halus biasa
Bukankah manusia harus menetapi pilihannya
Bukankah kata tersembunyi tak bererti diam seribu bahasa

Jumat, 19 Agustus 2011

No ♥, No Cry..

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah ada 10 jenis tangis, yaitu:
1) Menangis karena kasih sayang & kelembutan hati.
2) Menangis karena rasa takut.
3) Menangis karena cinta.
4) Menangis karena gembira.
5) Menangis karena menghadapi penderitaan.
6) Menangis karena terlalu sedih.
7) Menangis karena terasa hina dan lemah.
8) Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.
9) Menangis karena mengikut-ikut orang menangis.
10) Menangis orang munafik, pura-pura menangis.

Tangisan dan air mata selalu identik dan seirama. Orang akan terkesan lucu jika menangis tanpa air mata. Tangisan dan air mata ibarat sebuah sebab akibat.
Cinta selalu identik dengan kelembutan hati setiap manusia. Takkan pernah bisa menangis seorang manusia yang hatinya senantiasa diliputi amarah, benci, dan dendam. Kelembutan hati akan membawa pada sebuah kondisi hati yang penuh empati serta mudah tersentuh.

Maka bertanyalah kepada orang-orang yang sedang jatuh cinta, mengapa mereka begitu mudah menitikkan air mata. Baik itu menitikkan air mata untuk sesuatu yang mereka cintai, karena sedang disakiti oleh yang mereka cintai, atau sekedar bentuk pengharapan yang ditujukan kepada yang mereka cintai.

Menangis, bisa jadi menjadi jalan terakhir yang ditempuh ketika badai kepahitan dan kesusahan yang teramat sedang melanda. Jika tak ada tempat sampah untuk menuangkan beban yang menyesakkan dada, menangis bisa jadi solusinya.

Menangislah, jika harus menangis. Jika dengan menangis akan terkuras semua beban yang menerpa hati dan perasaan.
Menangislah, jika dengan menangis kamu akan bahagia.
Manangis pulalah, jika dengan menangis akan mampu menikmati betapa manisnya petualangan hidup manusia menempuh cobaan dan ujian.

Menangislah...,
dan silahkan berkaca untuk siapa tangisanmu, apakah untuk seorang manusia yang takkan pernah kekal abadi rasa cintanya, untuk manusia yang tak jarang pula membuat kecewa, atau untuk suatu Dzat yang lebih kekal dan abadi?

Jika jawabanmu cinta dan tangisanmu untuk Dzat yang kekal abadi yang senantiasa mencurahkan Rahmat dan kasih sayangNya pada manusia, maka amat beruntunglah kamu.
Jika tangisan untuk dosa yang telah kamu lakukan dan berharap agar dosamu diampuni dan takut akan api neraka, amat beruntunglah kamu.

Rasulullah saw bersabda : "Tidaklah mata seseorang menitikkan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan dirahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka."