Nabi Muhammad SAW menempati kedudukan nomor 1 dalam daftar 100 manusia yang paling berpengaruh dalam panggung sejarah dunia, dihitung dari dulu sampai sekarang.
Hal ini dinyatakan oleh Michael I. Hart, seorang astronomi dan ahli sejarah terkenal di AS dalam bukunya "The 100".
Menurutnya, nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling berpengaruh diantara milyaran penduduk dunia, karena ia adalah satu-satunya manusia yang berhasil secara luar biasa, baik dalam kegiatan keagamaan maupun pemerintahan.
1. Nabi Muhammad SAW (my prophet ^^)
2. Isac Newton
3. Nabi Isa
4. Buddha
5. Confucius
6. Saint Paul
7. Tsai Lun
8. Johan Gutemberg
9. Christopher Columbus
10. Albert Einstein
11. Karl Mark
12. Louis Pasteur
13. Galileo Galilei
14. Aristoteles
15. V.I. Lenin
16. Nabi Musa
17. Charles Darwin
18. Chin Hunag Ti
19. Agustus Caesar
20. Mao Tse-Tung
21. Genghis Khan
22. Euclid
23. Martin Luther
24. Nicolas Copernicus
25. James Watt
26. Constantine the Great
27. George Washington
28. Michael Faraday
29. James Cerk Maxwell
30. Orville & Wilbur Wright
31. Antoine Lauren Lavoisier
32. Sigmund Freud
33. Iskandar Zulkarnaen
34. Napoleon Bonaparte
35. Adolf Hitler
36. William Shakespeare
37. Adam Smith
38. Thomas Edison
39. Anton van Leuwenhoek
40. Plato
41. Gugleilmo Marconi
42. Ludwig van Beethoven
43. Werner Heisenberg
44. Alexander G. Bell
45. Simon Bolivar
47. Oliver Cromweli
48. John Locke
49. Michaelangelo
50. Paus Urban II
Udah ah, sampe 50 aja ya. Tanganku udah capek ngetik soalnya.. :D
Kalau mau yang lebih lengkapnya aja, beli bukunya di toko-toko buku terdekat. Oke...!!! ;)
Tampilkan postingan dengan label Great People. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Great People. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 November 2009
Kamis, 16 Juli 2009
The High IQ : William Sidis
Siapakah orang terpandai yang pernah hidup??
Jika pertanyaan ini dilontarkan, pikiran yang terlintas di kepala kebanyakan orang adalah Albert Eisntein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Mozart, atau sederetan nama terkenal lainnya.
Tapi jawabannya bukan mereka. Orang yang paling pandai yang pernah hidup bernama William Sidis. Seorang Jahudi Rusia yang beremigrasi ke Amerika.
Jika orang normal memiliki IQ 90-110, Albert Eistein sebagai prototype jenius memiliki IQ 160, Sidis memiliki IQ yang 'out of scale'. Diperkirakan IQ-nya berkisar 250-300.
Menurut ibunya, Sidis mulai berbicara pada usia 4 bulan dan membaca koran pada usia 18 bulan. Pada usia 8 tahun ia mengajari dirinya sendiri bahasa Latin, Yunani, Rusia, Prancis, Jerman, Ibrani, Armenia dan Turki.
Ia akhirnya dapat menguasai 40 bahasa dan kabarnya ia bisa belajar bahasa dalam satu hari.
Pada usia 3 tahun sudah bisa mengetik, menulis empat buku, 2 diantaranya mengenai antomi dan astronomy.
Ia menyelesaikan SD dalam 7 bulan, Sekolah Menengah 6 minggu dan lulus Kedokteran Harvard dan MIT pada waktu berusia 11 tahun.
Semuanya dengan Cumlaude. Dia juga kuliah di Fakultas Hukum Harvard.
Sayangnya William Sidis meninggal pada usia 46 tahun karena stroke dan sejarah hampir tidak mencatat apa-apa tentang dia.
Ia tidak punya peninggalan seperti jenius lainnya. Ia tidak memiliki apa-apa yang bisa disumbangkan bagi peradaban manusia padahal ia lahir di abad ke 20. Hidup dan potensinya sia-sia karena tidak ada keinginan untuk menyumbangkan sesuatu bagi kepentingan dunia. Kepandaian tidak menentukan kontribusi dan pengaruh yang kita berikan bagi sesama.
Dampak bagi umat manusia hanya datang dari keinginan atau desire untuk melakukan dan mengembangkan dan potensi yang kita miliki. Itulah yang menentukan tingginya puncak hidup seseorang.
Kebanyakan kita tidak dilahirkan sebagai orang jenius, namun kita adalah makhluk yang diciptakan sesuai dengan image Tuhan. Kepada kita telah diberikan kemampuan yang unik oleh Sang Pencipta. Tujuan Tuhan agar manusia bisa menjadi abdi Nya. Jangan sia-siakan potensi yang Tuhan sudah investasikan dalam hidup kita. Temukan dan kembangkanlah itu. Oke guys!!
Jika pertanyaan ini dilontarkan, pikiran yang terlintas di kepala kebanyakan orang adalah Albert Eisntein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa Edison, Isaac Newton, Mozart, atau sederetan nama terkenal lainnya.
Tapi jawabannya bukan mereka. Orang yang paling pandai yang pernah hidup bernama William Sidis. Seorang Jahudi Rusia yang beremigrasi ke Amerika.
Jika orang normal memiliki IQ 90-110, Albert Eistein sebagai prototype jenius memiliki IQ 160, Sidis memiliki IQ yang 'out of scale'. Diperkirakan IQ-nya berkisar 250-300.
Menurut ibunya, Sidis mulai berbicara pada usia 4 bulan dan membaca koran pada usia 18 bulan. Pada usia 8 tahun ia mengajari dirinya sendiri bahasa Latin, Yunani, Rusia, Prancis, Jerman, Ibrani, Armenia dan Turki.
Ia akhirnya dapat menguasai 40 bahasa dan kabarnya ia bisa belajar bahasa dalam satu hari.
Pada usia 3 tahun sudah bisa mengetik, menulis empat buku, 2 diantaranya mengenai antomi dan astronomy.
Ia menyelesaikan SD dalam 7 bulan, Sekolah Menengah 6 minggu dan lulus Kedokteran Harvard dan MIT pada waktu berusia 11 tahun.
Semuanya dengan Cumlaude. Dia juga kuliah di Fakultas Hukum Harvard.
Sayangnya William Sidis meninggal pada usia 46 tahun karena stroke dan sejarah hampir tidak mencatat apa-apa tentang dia.
Ia tidak punya peninggalan seperti jenius lainnya. Ia tidak memiliki apa-apa yang bisa disumbangkan bagi peradaban manusia padahal ia lahir di abad ke 20. Hidup dan potensinya sia-sia karena tidak ada keinginan untuk menyumbangkan sesuatu bagi kepentingan dunia. Kepandaian tidak menentukan kontribusi dan pengaruh yang kita berikan bagi sesama.
Dampak bagi umat manusia hanya datang dari keinginan atau desire untuk melakukan dan mengembangkan dan potensi yang kita miliki. Itulah yang menentukan tingginya puncak hidup seseorang.
Kebanyakan kita tidak dilahirkan sebagai orang jenius, namun kita adalah makhluk yang diciptakan sesuai dengan image Tuhan. Kepada kita telah diberikan kemampuan yang unik oleh Sang Pencipta. Tujuan Tuhan agar manusia bisa menjadi abdi Nya. Jangan sia-siakan potensi yang Tuhan sudah investasikan dalam hidup kita. Temukan dan kembangkanlah itu. Oke guys!!
Jumat, 10 Juli 2009
The Man of Letters : Kahlil Gibran
"Cinta adalah membagi, memahami, memberikan kebebasan, menjawab panggilan dan cinta adalah kehidupan.
Memperlihatkan cinta adalah suatu kepicikan dibanding sesuatu yang agung yang tersembunyi di balik cinta.
Aku mengharapkan kebahagiaan menyelimutimu, seperti engkau mengharapkan kebahagiaanku.
Dan aku tak dapat merasakan kedamaian, apabila engkaupun tidak dalam damai.
Ahli kimia yang dapat mengekstraksi unsur-unsur hasrat, penghormatan, kerinduan, kesabaran, kekecewaan, ketakjuban dan pengampunan, serta mempersenyawakannya sebagai atom yang bernama cinta.
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun, tetapi cinta adalah anak kecocokan jiwa, dan jika itu tidak pernah ada maka cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.."
Kahlil Gibran (1883-1931)
Itu adalah salah satu karya dari seorang sastrawan hebat, Kahlil Gibran.
Banyak orang yang menyebut kalo Kahlil Gibran adalah sastrawan yang sastranya sangat sulit sekali untuk dimengerti.
Tapi bagi saya tidak begitu walaupun mulanya memang pernah begitu. Setelah dibaca berulang ulang dan memahaminya, akhirnya saya bisa menangkap makna dari kata-kata indah yang digunakan oleh Kahlil Gibran.
Kahlil Gibran merupakan salah satu sastrawan yang sangat saya sukai. Saya sangat tertarik dengan kata kata dan gaya bahasa yang ia gunakan. Begitu indah dan menarik.
Salah satu buku Kahlil Gibran yang saya punyai berjudul "Dunia yang Sempurna". Pertama membaca buku tersebut, saya hanya bisa senyum senyum sendiri. Begitu indah, unik, menarik dan sedikit aneh. Walaupun demikian, saya sangat menyukai itu. Saya pikir itu bisa "mereset" otak saya kembali.. :)
Memperlihatkan cinta adalah suatu kepicikan dibanding sesuatu yang agung yang tersembunyi di balik cinta.
Aku mengharapkan kebahagiaan menyelimutimu, seperti engkau mengharapkan kebahagiaanku.
Dan aku tak dapat merasakan kedamaian, apabila engkaupun tidak dalam damai.
Ahli kimia yang dapat mengekstraksi unsur-unsur hasrat, penghormatan, kerinduan, kesabaran, kekecewaan, ketakjuban dan pengampunan, serta mempersenyawakannya sebagai atom yang bernama cinta.
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun, tetapi cinta adalah anak kecocokan jiwa, dan jika itu tidak pernah ada maka cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.."
Kahlil Gibran (1883-1931)
Itu adalah salah satu karya dari seorang sastrawan hebat, Kahlil Gibran.
Banyak orang yang menyebut kalo Kahlil Gibran adalah sastrawan yang sastranya sangat sulit sekali untuk dimengerti.
Tapi bagi saya tidak begitu walaupun mulanya memang pernah begitu. Setelah dibaca berulang ulang dan memahaminya, akhirnya saya bisa menangkap makna dari kata-kata indah yang digunakan oleh Kahlil Gibran.
Kahlil Gibran merupakan salah satu sastrawan yang sangat saya sukai. Saya sangat tertarik dengan kata kata dan gaya bahasa yang ia gunakan. Begitu indah dan menarik.
Salah satu buku Kahlil Gibran yang saya punyai berjudul "Dunia yang Sempurna". Pertama membaca buku tersebut, saya hanya bisa senyum senyum sendiri. Begitu indah, unik, menarik dan sedikit aneh. Walaupun demikian, saya sangat menyukai itu. Saya pikir itu bisa "mereset" otak saya kembali.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)

