Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

“Aku Mencium Bau Surga!”

Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya…di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah."

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah...angin surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang berasal dari balik gunung Uhud."

Seorang Doktor bercerita kepadaku, "Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, 'Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah... sesungguhnya aku mencium bau surga.!' Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, 'Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium bau surga.'

Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, 'Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ' Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta SWT.

Allahu Akbar... apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari... semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering di tangan... aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah SWT,
'Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.' (Ibrahim: 27).

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi."
Ia melanjutkan kisahnya,
"Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya' di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama.

I. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat." Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah.

II. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.

III. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanallah... sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah.

Saudara-saudara tercinta... kisah belum selesai...
Saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga.

Ayahnya berkata,
'Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU'."

Aku katakan, "Maha benar Allah yang berfirman,
'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.' (Fushshilat: 30-32)."

Sumber : here...

Rabu, 05 Oktober 2011

Great Woman's Wedding

Tonight...,
I just finished my lab report and then I remember to take an archieve on my email. Cause that I'm going to online this mid-night.
I open all my accounts in social network and starts to read one by one the contents. I stop reading on this story, thingking, feel, and imagining how can I be like this, at least one day I hope I can. Just keep trying all the time.. :)

This z the story......

There was a woman who was getting prepared on her wedding day. The people were putting her makeup on her, her gel and all that women wear on one of their most special days of their life. She finds out its maghrib prayer, the she said
"I need to do my wudhu.."

"You've got your makeup on now, you can't do that now.."
said other woman.

"I have to pray salaah!"
she replied.

She got up and ran to do her wudhu. She washed off her gel, her makeup. Starts praying maghrib salaah.

What's the last thing she does?

She moves her head to the side to finish her prayer.
"Asalaamu 'alaikum warahmatulah..."
the angel takes away her soul.
That's the last words that come out from her mouth.


I think this is a great reminder. U never know when death will strike you, just stop n think for a second..
Where will u be without prayer? The hell..??
This is a reminder to myself first and we.

***Don't be slave for da dunia, be slave for akhirat***

Jumat, 19 Agustus 2011

Kata-Kata Mutiara Islam

♣ Ada dua perkara yang jika Anda Amalkan, Anda akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, yakni: Menerima sesuatu yang tidak Anda sukai, jika sesuatu itu disukai Allah. Dan membenci sesuatu yang Anda sukai, jika sesuatu itu dibenci oleh Allah.
(Abu Hazim)

♣ Akhlak yang paling mulia adalah menyapa mereka yang memutus silaturahim, memberi kepada yang kikir terhadapmu, dan memaafkan mereka yang menyalahimu.
(HR Ibnu Majah)

♣ Apa pendapat Anda bila ada seseorang yang pakaiannya terkena air kencing, lalu ia hendak mensucikannya dengan air kencing pula? Mungkinkah air kencing itu dapat mensucikannya? Tentu saja tidak! Kotoran tidak dapat disucikan kecuali dengan sesuatu yang suci. Begitu pula halnya keburukan yang pernah kita lakukan, tidak akan dapat terhapus kecuali dengan memperbanyak melakukan kebaikan.
(Sufyan ats-Tsauri)

♣ Apabila akhirat ada dalam hati, maka akan datanglah dunia menemaninya. Tapi apabila dunia ada di hati maka akhirat tidaklah akan menemaninya. Itu karena akhirat mulia dan dermawan, sedangkan dunia adalah hina.
(Abu Sulaiman Ad Daroni)

♣ Abandon desire for this world, and God will love you. Abandon desire for others’ goods, and people will love you.
(Ibn Majah)

♣ Allah the Exalted loves him who forgoes worldly life, the Angels love him who rejects the vices, and the Muslims love him who gives up greediness in respect of the Muslims.
(Uthman ibn Affan)

Kamis, 18 Agustus 2011

Nuzul Qur'an

Antara peristiwa agung dalam sejarah umat Islam ialah turunnya kitab suci Al-Qur'an atau disebut Nuzul Al-Qur'an. Peristiwa Nuzul Al-Qur'an terjadi pada malam Jum'at, 17 Ramadan, di Gua Hira’.
“Ramadan yang padanya diturunkan Al-Qur'an, menjadi petunjuk bagi sekelian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan menjelaskan perbedaan antara yang benar dan yang salah.” (Surah Al-Baqarah, ayat 185).

Nuzulul Qur'an dalam arti turunnya Al-Qur'an kepada Rasulullah SAW secara bertahap atau berangsur-angsur itu memiliki beberapa hikmah sebagai berikut:
1. Meneguhkan hati Rasulullah dan para sahabat
Dakwah Rasulullah pada era makkiyah penuh dengan tribulasi berupa celaan, cemoohan, siksaan, bahkan upaya pembunuhan. Wahyu yang turun secara bertahap dari waktu ke waktu menguatkan hati Rasulullah dalam menapaki jalan yang sulit dan terjal itu.
2. Tantangan dan Mukjizat
Orang-orang musyrik yang berada dalam kesesatan tidak henti-hentinya berupaya melemahkan kaum muslimin. Mereka sering mengajukan pertanyaan yang aneh-aneh dengan maksud melemahkan kaum muslimin. Pada saat itulah, kaum muslimin ditolong Allah dengan jawaban langsung dari-Nya melalui wahyu yang turun.
3. Memudahkan Hafalan dan Pemahamannya
Dengan turunnya Al-Qur'an secara berangsur-angsur, maka para kaum muslimin menjadi lebih mudah menghafalkan dan memahaminya. Terlebih, ketika ayat itu turun dengan latar belakang peristiwa tertentu atau yang diistilahkan dengan asbabun nuzul, maka semakin kuatlah pemahaman para sahabat.
4. Menguatkan bahwa Al-Qur'an benar-benar dari Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji
Ketika Al-Qur'an turun berangsur-angsur dalam kurun lebih dari 22 tahun, kemudian menjadi rangkaian yang sangat cermat dan penuh makna, indah dan fasih gaya bahasanya, terjalin antara satu ayat dengan ayat lainnya bagaikan untaian mutiara, serta ketiadaan pertentangan di dalamnya, semakin menguatkan bahwa Al-Qur'an benar-benar kalam ilahi, Dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.



Senin, 28 Februari 2011

Siksa Kubur


Foto ini adalah seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di salah satu rumah sakit di Oman. Mayat pemuda tersebut di gali kembali dari kuburnya setelah 3 jam dimakamkan yang disaksikan oleh ayahnya. Pemuda tersebut meninggal di rumah sakit dan setelah dimandikan dan dimakamkan secara islam pada hari itu juga.

Tetapi setelah pemakaman ayahnya merasa ragu atas diagnosa dokter dan menginginkan untuk di identifikasi kebenaran penyebab kematiannya. Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat. Mayat tersebut begitu berbeda dalam 3 jam. Dia berubah tampak ke abu-abuan seperti orang yang sudah tua.


Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung-ujungnya sehingga menekan kebadannya.


Seluruh badan dan mukanya memar. Matanya yang terbuka memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputus-asaan. Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.

Minggu, 27 Februari 2011

Tulisan Allah SWT dan Nabi Muhamaad SAW di Peta Dunia

Ternyata peta dunia kalau di balik terbentuk tulisan Allah swt dan nabi Muhammad saw.
Q.S. An’aam (6:75) “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang yang yakin.”
Hmmm, udah banyak tanda-tanda kebesaran Allah yg bisa kita lihat.
Ternyata Allah memang membuktikan janji-Nya, dan Islam telah menjadi agama yang sempurna..

Kamis, 27 Agustus 2009

Penyesalan Hidup

"Tidak ada yang lebih aku sesali dari pada penyesalanku terhadap hari di mana ketika matahari tenggelam, sementara umurku berkurang tapi amalku tidak bertambah."

(Ibnu Mas'ud)

Senin, 24 Agustus 2009

Doa Setelah Sholat Dhuha

Ya Allah ya Tuhanku,
waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu.
Kecantikan adalah kecantikan-Mu.
Keindahan adalah keindahan-Mu.
Kekuatan adalah kekuatan-Mu.
Kekuasaan adalah kekuasaan-Mu.
Perlindungan adalah perlindungan-Mu.

Ya Allah ya Tuhanku,
jika rizkiku masih di atas langit, turunkanlah.
Jika di dalam bumi, keluarkanlah.
Jika sukar, mudahkanlah.
Jika haram, sucikanlah.
Dan jika masih jauh, dekatkanlah.

Berkat waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-Mu yang shaleh.

Wuiss, emang bener-bener mantab tuh doa..
=)

Jumat, 21 Agustus 2009

Holy Qur'an

"Sesungguhnya Allah telah menjadikan terasa indah dalam pandangan manusia, cinta terhadap apa yang di inginkan. Berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta yang bertumpuk-tumpuk dalam bentuk emas dan perak.."
Q.S. Ali-Imran 14,15

Cinta memang salah satu fitrah manusia. Adapun rasa suka terhadap lawan jenis adalah hal yang lumrah selagi tidak melakukan hal yang di larang (berkhalwat atau berduaan) baik di tempat sepi maupun ramai, tidak menyentuh apa yang masih di haramkan, meskipun hanya tangan, serta tidak menjadikan kita lalai dalam mengingat Allah.